Banyak para investor menggunakan indeks pasar untuk mengelola portofolio investasi mereka dan untuk mengikuti update seputar pasar keuangan. Indeks memberi investor gambaran sederhana dari sektor pasar yang besar, tanpa harus memeriksa satu per satu setiap aset.

Kali ini kabarsoloraya.com akan menjelaskan tentang salah satu indeks pasar saham bernama Nasdaq-100.

Sejarah awal mula Nasdaq

NASDAQ adalah singkatan dari National Association of Securities Dealers Automated Quotations, awalnya.

Nasdaq tadinya merupakan anak perusahaan National Association of Securities Dealers (NASD) yang sekarang dikenal sebagai Financial Industry Regulatory Authority (FINRA). Nasdaq berdiri sendiri setelah Securities and Exchange Commission (SEC) mendesak NASD untuk mengotomatisasi pasar sekuritas yang tidak terdaftar di bursa. Hasilnya, Nasdaq sebagai sistem perdagangan elektronik pertama dibuka pada 8 Februari 1971.

Entitas ini menyediakan informasi otomatis tentang harga saham yang dapat digunakan investor untuk memperdagangkan saham di bursa lain. Nasdaq berkembang menjadi pasar saham elektronik pertama di dunia, mengambil alih transaksi saham-saham yang sebelumnya ditransaksikan di tempat-tempat selain bursa saham formal.

Hingga sekarang Nasdaq memiliki persyaratan pencatatan formal yang harus dipenuhi perusahaan untuk mencatatkan sahamnya di bursa saham. Hari ini, Nasdaq telah menjadi bursa global terbesar yang mengandalkan transaksi elektronik.

Banyak dari bisnis terbesar di dunia, termasuk lebih dari 3.700 perusahaan, mencatatkan saham mereka di Nasdaq. Sebagian karena cara Nasdaq berinovasi teknologi dalam platform perdagangannya, sehingga kemudian dapat menarik banyak perusahaan terkemuka dunia dari bidang teknologi, seperti Apple Inc. (AAPL), Microsoft (MSFT), Google parent Alphabet (GOOG, GOOGL), Meta Platforms Inc. (META), Amazon.com Inc. (AMZN) dan Tesla Inc. (TSLA).

Beberapa investor juga menggunakan istilah Nasdaq untuk merujuk pada Nasdaq Composite Index, yaitu indeks dari saham-saham yang tercatat di Pasar Saham Nasdaq.

Nasdaq-100

Indeks Nasdaq-100 terdiri dari 100 perusahaan AS terbesar dan paling aktif ditransaksikan yang terdaftar di bursa saham Nasdaq. Indeks ini mencakup perusahaan dari berbagai industri kecuali industri keuangan, seperti bank komersial dan bank investasi. Sektor non-keuangan antara lain ritel, bioteknologi, industri, teknologi, dan perawatan kesehatan.

Nasdaq-100 dibangun berdasarkan metodologi kapitalisasi yang dimodifikasi. Metode yang dimodifikasi ini menggunakan bobot individual dari item yang disertakan sesuai dengan kapitalisasi pasarnya. Pembobotan memungkinkan penerapan pembatasan untuk membatasi pengaruh perusahaan terbesar dan menyeimbangkan indeks dengan semua anggota. Untuk mencapai ini, Nasdaq meninjau komposisi indeks setiap kuartal dan menyesuaikan bobot jika persyaratan distribusi tidak terpenuhi.

Cara Trading di Nasdaq

Nasdaq-100 ditransaksikan melalui Invesco QQQ Trust. Setiap saham yang terdaftar harus memiliki volume perdagangan harian rata-rata sebesar 200.000 dan melaporkan pendapatan secara publik setiap tiga bulan dan setiap tahun. Beberapa pengecualian dibuat untuk perusahaan publik baru yang memiliki kapitalisasi pasar yang sangat tinggi.

Berkat data lacakan kinerja gabungan berbagai perusahaan dan berbagai investasi, menginvestasikan dana berdasarkan indeks terkemuka dianggap sebagai cara terbaik untuk tipe investasi yang cepat, mudah, dan murah.